Tindakan Kecil Yang Berdampak Besar

Masa Adven 2025, Keuskupan Bogor mengajak kita semua untuk memberdayakan orang tua (lanjut usia) dalam Aksi Adven Pembangunan (AAP) melalui tema; “Memberdayakan Orang Lanjut Usia Dengan Reksa Pastoral Yang Menyetarakan”.

Selama masa Adven ini para Remaja diajak untuk belajar lebih memahami problematika orang lanjut usia sampai hidup yang bermakna di usia lanjut melalui pertemuan AAP setiap minggunya. Tidak sedikit Remaja sekarang yang kurang peka terhadap kondisi yang orang lanjut usia alami. Pada masa Adven ini para Remaja diharapkan bisa lebih peka terhadap kondisi yang dialami orang lanjut usia, melalui renungan AAP 2025. Dalam Renungan AAP 2025, kita belajar tentang orang lanjut usia melalui tokoh-tokoh yang ada di Alkitab.

Pada pertemuan AAP I, para Remaja belajar tentang problematika yang dialami raja Daud. Daud yang adalah seorang raja, menjadi lemah pada masa tuanya. Pada kondisi Daud yang lemah, salah satu anaknya (Adonia) malah memanfaatkan kondisi lemah ayahnya untuk mengangkat diri menjadi raja (menggantikan Daud yang sudah tidak berdaya). Daud kecewa kepada Adonia, karna di masa tua ayahnya yang sangat lemah fisiknya dia sama sekali tidak peduli dan malah hanya memikirkan keuntungan untuk dirinya sendiri saat kondisi terlemah ayahnya. Dari kisah Raja Daud dan anaknya Adonia, diharapkan para Remaja bisa lebih

Lansia Bersama Sekami St Herkulanus Dokumentasi : Sekami St Herkulanus

menghargai orang tua dan kakek neneknya di segala kondisi mereka, dan menyayangi mereka sepenuh hati tanpa mengharapkan timbal balik apa pun. Ada sebagian orang yang menganggap tidak bisa banyak berbuat apa-apa saat sudah lanjut usia. Tidak sedikit orang yang meremehkan kemampuan dari orang lansia. Pada Pertemuan AAP II, para Remaja belajar tentang kisah hidup Elisabet dan Zakaria yang baru menjadi orang tua saat usia lanjut. Padahal awalnya ada tertulis dalam kitab suci bahwa Elisabet mandul dan usianya sudah lanjut. Pada kondisi yang dialami Elisabet itu mustahil bagi dia untuk bisa memiliki anak. Pada masa itu, wanita mandul dianggap sebagai aib dan sering disalahartikan sebagai ketidakbenaran di hadapan Allah menurut orang-orang zaman itu.

Namun Tuhan berkehendak lain atas hidup Elisabet, dia bisa mengandung dan memiliki seorang anak di usia lanjut. Anak yang lahir itu bernama Yohanes dan dia adalah besar di hadapan Allah dan banyak orang bersuka cita atas kelahirannya (Luk 1:14-15). Dan dia juga adalah Yohanes orang yang membaptis Tuhan kita Yesus Kristus. Dari kisah Elisabet para remaja diharapkan bisa lebih menghargai semua hal sekecil apa pun. Hal yang mungkin saja jika terlihat mungkin tidak berguna, tapi jika itu di lihat dar sisi lain mungkin saja itu bisa jadi sesuatu yang luar biasa.

Lansia Bersama Sekami St Herkulanus Dokumentasi : Sekami St Herkulanus

Pertemuan Adven III Minggu Gaudatte (sukacita) merupakan renungan AAP Remaja yang spesial. Karena pada pertemuan ini Remaja di ajak untuk memberikan suka cita secara langsung kepada para orang lanjut usia di masa tua mereka. Remaja yang di dampingi oleh suster dan kakak-kakak pembimbing mengunjungi beberapa rumah lansia umat Gereja St. Herkulanus.

Remaja di bagi menjadi 3 grup untuk bermisi memberikan suka cita kepada Oma-oma dan Eyang yang mereka kunjungi. Grup 1 Remaja di dampingi oleh Sr. Viskah dan Kak Krista pergi mengunjungi rumah Oma Mien Karseno. Grup 2 Remaja di dampingi oleh Kak Raymond dan Kak Dimas pergi mengunjungi rumah Oma Connie. Dan grup 3 Remaja di dampingi oleh kak Angel pergi mengunjungi rumah Eyang Putri Hermanus Roempoko.

Setiap kunjungan masing-masing punya cerita yang unik.

Yang pertama saat berkunjung ke rumah Oma Mien Karseno, tanpa di sangka tenyata Oma begitu mempersiapkan kedatangan Remaja. Yang seharusnya para Remaja yang memberi suka cita untuk Oma, tapi justru Oma Mien Karseno yang memberi banyak suka cita buat Remaja. Saat berkunjung ke rumah Oma Mien Karseno, para Remaja di hidangkan baso buatan Oma Mien Karseno sendiri. Bahkan saat pulang pun Oma juga memberikan para Remaaja souvenir. Walaupun diberikan banyak suguhan, para Remaja tidak lupa dengan misi utamanya memberikan suka cita kepada Oma Mien.

Foto Bersama Lansia, Dokumentasi : Sekami St Herkulanus

Yang kedua saat berkunjung ke rumah Oma Connie. Baru sampai depan gerbang rumah Oma Connie, mereka langsung disambut dengan penuh semangat oleh anjing peliharaan kesayangan Oma Connie yang bernama Broji.

Foto Bersama Lansia, Dokumentasi : Sekami St Herkulanus

Ketiga berkunjung ke rumah Eyang Putri Hermanus Roempoko. Yang pada awalnya para Remaja malu untuk berbincang dengan Eyang, tapi saat dipancing sedikit mereka langsung banyak cerita ke Eyang sampai waktu 1 jam kita berkunjung terasa sangat singkat karna terlalu asyik cerita-cerita.

Foto Bersama Lansia, Dokumentasi : Sekami St Herkulanus

Dari ketiga kunjungan yang para Lansia Herkulanus dapatkan dari para Remaja Herkulanus, masing-masing dari yang dikunjungi dan berkunjung semuanya memberikan dan menerima suka cita satu sama lain. Bagi Oma Mien, sebelum dikunjungi oleh Remaja beliau merasa sudah menerima suka cita karna menjadi salah satu lansia yang dikunjungi. Buat Oma Connie dikunjungi oleh para Remaja sudah merupakan suka cita yang Oma Connie terima. Dan bagi Eyang Putri Hermanus Roempoko, dengan mendengar cerita para Remaja saja itu sudah menjadi suka cita yang Eyang terima. Karna Eyang sangat suka mendengar cerita.

Foto Bersama Lansia, Dokumentasi : Sekami St Herkulanus

Dan bagi para Remaja, menghabiskan waktu di perjalanan bersama teman-teman; mendengar cerita dari para Lansia; dan berbagi cerita kepada para Lansia merupakan suka cita penuh yang mereka dapatkan.

Kegiatan sekami : Dokumentasi Sekami St Herkulanus
Bagikan: