
Meskipun kalender telah memasuki bulan Januari, semangat Natal masih terasa hangat dan kental di Wilayah 3 Petrus Damianus. Pada Sabtu, 10 Januari 2026, sekitar 180 umat berkumpul memenuhi kediaman Oma Jeffrey untuk merayakan kehadiran Sang Juru Selamat dalam suasana penuh kekeluargaan. Perayaan tahun ini mengusung tema yang mendalam: “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Manusia”. Tema ini menjadi pengingat bagi seluruh umat akan kasih Tuhan yang turun ke dunia demi merangkul ciptaan-Nya.
Acara dimulai tepat pukul 10.00 WIB dengan Misa Syukur yang dipimpin oleh Romo Agus. Di tengah berlangsungnya Misa, gerimis sempat turun sebentar. Rintik hujan ini justru menambah kesan syahdu dan membuat udara di sekitar lokasi menjadi sejuk dan adem, menciptakan atmosfer doa yang kian khusyuk. Dalam homilinya, Romo Agus mengajak umat merenungkan makna Allah yang hadir dalam kesederhanaan. Beliau juga menyelipkan pesan penting terkait keberlanjutan organisasi lingkungan, yakni mengajak umat untuk bersiap dan terlibat aktif dalam pemilihan Ketua Lingkungan baru yang masa jabatannya akan berakhir pada awal tahun depan.
Selesai Misa, acara dilanjutkan dengan momen yang paling dinantikan: pementasan drama Natal oleh anak-anak Wilayah 3. Penampilan ini merupakan representasi visual dari misi keselamatan Allah melalui kelahiran Yesus. Luar biasanya, anak-anak ini telah berlatih tanpa lelah setiap hari Sabtu dan Minggu selama dua bulan penuh. Kerja keras dan dedikasi mereka terbayar lunas lewat akting yang polos namun penuh penghayatan, yang berhasil memukau seluruh umat yang hadir.
Suasana semakin semarak dengan kehadiran tokoh masyarakat. Setelah drama usai, Ketua RW setempat memberikan sambutannya dengan mengapresiasi kerukunan yang terus terjaga di Wilayah 3. Tak ketinggalan, anggota DPRD Depok yang hadir juga memberikan kata sambutan, menekankan pentingnya peran komunitas basis dalam membangun harmoni di Kota Depok. Dalam sesi ini, Ketua Wilayah Ibu Kristina turut menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kehadiran para tokoh masyarakat dan gotong royong seluruh umat yang telah menyukseskan acara ini.
Natal identik dengan berbagi, yang diwujudkan melalui jamuan makan siang bersama. Dengan sistem prasmanan, warga menikmati aneka hidangan lezat hasil sumbangan potluck ibu-ibu wilayah.
Suasana semakin pecah saat Mba Tiyas dan Mba Yuslinar mengambil alih panggung sebagai MC. Dengan gaya yang komunikatif, mereka memandu berbagai games kecil yang mengundang gelak tawa. Kemeriahan berlanjut dengan penampilan tari dari anak-anak usia SD hingga SMP yang mempersembahkan tiga tarian penuh energi. Tidak mau kalah, sebanyak 25 orang ibu-ibu juga tampil ke depan untuk mengikuti permainan khusus yang sangat seru.
Sebagai penutup yang dinanti-nanti, panitia membagikan berbagai doorprize menarik bagi warga yang beruntung, termasuk 10 paket barang elektronik sebagai bentuk apresiasi atas kehadiran dan partisipasi umat. Perayaan Natal ini menjadi momentum untuk memperkuat fondasi iman dan kebersamaan, sekaligus mempersiapkan diri menyongsong regenerasi kepemimpinan di wilayah. Sampai jumpa di perayaan tahun depan dengan semangat yang lebih besar lagi.

