Ngomongin Lansia #Art 2 : Lansia Sebagai Komunitas Kategorial

Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar.” (Mazmur 92:15

Kepo Juga Boleh

Bikin kaget saja. Datang-datang langsung berkata: “Bung, mau nanya!” (eh ada juga yang memanggil penulis Bung. Biasanya Om, Pa’de, Beh, Pak. Lantas kujawab juga: “O, ya silakan. Klo bisa njawab ya, ndak janji (logatnya sih Jawa banget)”. Dia meneruskan: “Di #Art 1 ditulis tentang Lanjut Usia atau Usia Lanjut? Tetapi, ini tentang Adiyuswa Bung, apaan tuh?”

Akhirnya dengan sabar aku menjelaskan sebisanya. Adiyuswa adalah sebuah kata dalam bahasa Jawa yang berarti manusia lanjut usia (manula, bukan singkatan dari manusia langka ya). Mereka yang termasuk golongan para adiyuswa adalah para orang tua yang sudah sepuh alias lanjut usia. Adiyuswa juga dapat berarti usia yang indah atau edipeni. Tidak semua orang bisa mencapai tataran adiyuswa. Maka bersyukurlah yang bisa menapaki kehidupan di atas 60 tahun. Sudah jelas dong mas bro?”

Dilihat dari perbincangan yang serius pasti mau ada hal yang mau dicapkan Kembali. Benar dia bicara lagi: ”Ya, aku sudah paham. Satu lagi Bung: tentang kategorial. Komunitas kategorial lansia terutamanya.” “Walah, anda kan masih jauh untuk mencapai tahap lansia itu. Nikah juga belum!”  “Boleh dong. Kan tidak dilarang untuk sedikit ingin lebih tahu.

Komunitas Kategorial Lansia

Menyambung pertanyaan tersebut: Apa itu kelompok kategorial dalam Gereja Katolik? Ada yang menjelaskan demikian: Bagian kategorial dalam gereja adalah kelompok dan komunitas yang berdiri di bawah naungan gereja dan menawarkan kegiatan tambahan bagi umat. Dan pelayanan kategorial merupakan pelayanan kepada umat awam yang berbasis pada kesamaan jenis profesi, pekerjaan, atau panggilan hidup.

Komunitas kategorial ini (lansia maksudnya) memang berbeda dengan komunitas yang lain di gereja paroki. Komunitas kategorial lansia bukan lagi soal pilihan, melainkan karena faktor usia yang menuntun mereka masuk dalam komunitas tersebut.

            Apabila komunitas kategorial yang lain dapat mengadakan pertemuan dan  dapat menentukan minat sesuai pilihan pribadi masing-masing umat. Dalam kategorial lansia, mereka bisa saling berkomunikasi, saling berbagi, saling melayani, saling mendoakan, saling menguatkan, dan saling meneguhkan satu sama lain. Selalu mengucap syukur dan tekun berdoa kepada Tuhan atas segala anugerahNya yang memberi daya kekuatan iman dan menyadarkan bahwa, Tuhan tidak pernah lelah dan berhenti mendampingi dan menjaga umat-Nya.

Lansia Tetap Ceria

Usai misa harian coba perhatikan bagaimana nampak cerianya para lansia (lanjut usia menuju pintu utama. Juga setelah di teras gereja. Tidak hanya senyum saja tetapi, salaman, saling sapa, tertawa, menanyakan kesehatan, banjir, dan banyak lagi celotehannya.

Ada yang tertatih jalannya, tegak namun lambat, ada juga yang masih sigap. Beranekaragam kondisi fisiknya namun yang nampak juga kesederhanaannya. Khusuk dalam doanya tentu. Ada juga yang menanyakan siapa ya, saya lupa. Tetapi coba lihat: senyum ceria. Penulis pernah nanya dan jawabannya: O ya, kan habis ikut merayakan Ekaristi. Hanya itu? Ya, enggaklah. Ikut misa itu kebutuhan tetapi, bisa ketemu saudara-saudari seiman itu kebahagiaan. Wow! Imbuhnya: Saling berkomunikasi, saling berbagi, saling melayani, saling mendoakan, dan saling meneguhkan satu sama lain. Wah luar biasa.

Lanjut usia bukanlah penghalang untuk mengekspresikan diri, lanjut usia bukan penghalang untuk beraktivitas. Mereka tetap ceria, bukan tukang ngeyel, bukan penghalang, bukan pemberi beban. Malahan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda “Usia boleh bertambah, tetapi panggilan Tuhan pada diri lansia tidak pernah berakhir.

Sebagai contoh, komunitas lansia di Paroki St Herkulanus selain ikut ibadat, rosario, misa harian, senam, komunitas lansia memiliki kegiatan lain yaitu pengecekan kesehatan dalam kegiatan tertentu yang bekerjasama dengan BPK (pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan lain sebagainya), tugas koor. Juga sudah beberapa kali mengadakan ziarah di Tahun Yubileum ke 5 tempat di wilayah Keuskupan Bogor serta KAJ. Tentu hal ini menambah sukacita apalagi untuk tingkat Lansia Dekenat Utara, cukup ambil bagian. Sehingga dalam komunitas yang sering bertemu, sharing, dan berkomunikasi, khususnya dalam hal iman. Semangat lansia dalam menggereja semakin tumbuh karena adanya berbagai kegiatan.

Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar.” (Mzm 92:15). Benar adanya.

Hidup adalah Kesempatan

            Syair dalam lagu Hidup Adalah Kesempatan ini sering dinyanyikan dalam kesempatan tidak saja oleh kalangan kategorial lansia tetapi, juga untuk menyemangati, mengajak sadar diri sebagai umat Allah. Lagu yang cukup familier, di bawah ini liriknya:

Hidup ini adalah kesempatan

Hidup ini untuk melayani Tuhan

Jangan sia-siakan waktu yang Tuhan bri

Hidup ini hanya sementara

Ref:

Oh… Tuhan pakailah hidupku

Selagi aku masih kuat

Bila saatnya nanti, ku-tak-berdaya lagi

Hidup ini sudah jadi berkat.

Sampai jumpa lagi di Ngomongin Lansia pada #Art 3: Lansia Punya Peran Penting?

Salam.

Bagikan: