
FIAT LUX – JADILAH TERANG
Sejarah Singkat Santo Andreas Rasul
Santo Andreas adalah salah satu dari keduabelas Rasul Yesus. Dilahirkan di Betsaida, sebuah kota di tepi danau Genesaret, saudara Simon Petrus.
Andreas dan Simon merupakan murid Yesus yang pertama. Andreas sebagai tokoh yang penting dalam peristiwa-peristiwa kehidupan Yesus. Ia hadir pada saat Yesus mengadakan mujizat perbanyakan roti kepada lima ribu orang; dialah yang memberitahukan kepada Yesus tentang anak lelaki kecil yang membawa lima ketul roti dan dua ekor ikan itu.
Setelah Yesus naik ke surga, Andreas mewartakan Injil dan wafat di Patras, Acaia 30 November 60, digantung pada sebuah salib yang berbentuk huruf “X” (silang). Ia bergantung di salib selama 2 hari. Ia tidak dipakukan melainkan diikat pada salib itu. Salib itu kemudian dinamakan orang “Salib Santo Andreas”. Santo Andreas memiliki semangat dan daya juang yang cukup besar dan mewartakan kabar gembira.
Napak Tilas Dari Andreas ke Andreas Lagi
Dari lahir bernama Lingkungan St Andreas pada 1990 masuk Wilayah St Filipus Yakobus, Paroki St Paulus, Depok Lama yang sebagian besar umat Katolik-nya bermukim di Komplek Marinir. Ketua Lingkungan yang pertama adalah (alm) Bpk Purnama Wijaya. Lingkungan ini mengalami pergantian ketua beberapa kali, (alm)Bpk Alexius Maniry, bpk John, (alm) Bpk. Marbun.
Lingkungan St Isabela adalah nama baru hasil penyatuan dari 3 lingkungan sebelumnya setelah Paroki St Paulus mengalami pemekaran dan menjadi bagian dari Wilayah 4 Paroki St Herkulanus. (alm) Bpk F. Supandi, Bpk. F. Budi Setiyanto, Bpk. E. Budhiono merupakan Ketua Lingkungan yang pernah membawa nakoda ini, kebetulan sebagai warga Komplek Marinir.
Dimekarkan kembali (usai Covid-19) sesuai perkembangan umat untuk menata umat dalam kehidupan menggereja lebih efisien, dimekarkan menjadi 6 Wilayah. Lingkungan St Isabela pun kemudian dibagi menjadi 3 Lingkungan baru: Lingk. Yakobus Rasul, Lingk. St Katarina Siena, dan Lingk. St Andreas (kembali ke nama pelindung yang pertama: Santo Andreas) Wilayah 6. St Isabela sebagai nama Pelindung Lingkungan kemudian menjadi nama Pelindung Wilayah 6.
Sampai saat ini (2 periode berjalan) masih dikomandani ibu RD Sri Winarni sebagai Ketua Lingkungan St Andreas) dengan luasan dari Komplek Marinir dan sekitarnya serta Vila Permata Santi.
Moto Lingkungan St. Andreas: “Fiat Lux – Jadilah Terang”
Terang adalah salah satu firman pertama dari Allah dalam Alkitab. Allah berfirman: “Jadilah terang” (Kej. 1:3). Dia menyatakan terang itu baik, suatu pernyataan yang kemudian ditegaskan kembali di sepanjang Kitab Suci.
Terang itu baik. Paus Benediktus XVI, dalam Homili pada Vigili Paska mengatakan: Terang memungkinkan kehidupan. Terang memungkinkan terjadinya pertemuan. Terang memungkinkan komunikasi. Terang membuka akses terhadap pengetahuan, realita dan kebenaran.Dan sejauh terang memungkinkan terjadinya pengetahuan, ia memberi ruang bagi kebebasan dan perkembangan.Dengan terang maka bisa berjalan bersama dengan sukacita meski penuh tantangan.
Maka tidak salah moto pada Logo Lingkungan Santo Andreas adalah Fiat Lux. Jadilah Terang. Pemazmur menjelaskan bahwa firman Allah menerangi pengertian kita (Mzm. 119:130), dan Yesus menyebut diri-Nya sebagai “terang dunia”, sumber terang bagi kehidupan (Yoh. 8:12).
Banyak Kegiatan Dalam Kebersamaan
Mengikuti agenda liturgi gerejawi umat lingkungan senantiasa tak henti pada satu tema saja namun, berkesinambungan, berkelanjutan dalam kebersamaan.
Lingkungan St Andreas mempunyai program-program sepanjang tahun yang telah ditetapkan oleh para pengurusnya. Agenda APP, AAP, BKS, Ibadat (Bulan Maria, Bulan Rosario, Bulanan yang dibarengkan dengan arisan lingkungan). Hias altar, Tugas Koor, Tatib, dll.
Dan tentu tidak hanya agenda yang bersifat lokal tetapi, kegiatan Wilayah dan Paroki juga menjadi kepedulian pengurus dan umatnya, meski terletak paling pinggir di sisi barat yang berbatas dengan Paroki Yohanes Baptista Parung, Paroki St Matias Cinere.
Pelayanan untuk umat lanjut usia, sakit, kematian, sosial. Juga menjadi perhatian pengurus. Gerak kegiatan selalu diikuti mulai dari terkecil, OMK, sampai usia lanjut. Kehadiran umat pada momen rutin, dadakan, terjadwal pun cukup menggembirakan.
Banyak ragam dan potensi umat lingkungan ini yang berada di DPP serta aktif dalam pelbagai kepengurusan serta kategorial. Mars Lingkungan Santa Isabela dan Mars Santo Andreas diciptakan sendiri oleh umat Lingkungan ini. Saat ini sudah ada pula 2 organis yang telah resmi dapat melayani, mengiringi koor di gereja.
Pesta Nama Lingkungan
Minggu, 30 November 2025. Setelah menjadi Lingkungan St Andreas, baru dirayakan pesta nama pelindung lingkungan yang ke-3 dan kali ini dilaksanakan di Pendopo-4 Taman Satwa Anak, Taman Margasatwa Ragunan.
Tema besarnya: Fiat Lux – Jadilah Terang, dengan tema kecil merupakan ajakan: Mari Berjalan Bersama Dengan Sukacita. Ibadat dipimpin bersama oleh 4 PLB yang ada di lingkungan ini. Dengan model selebrasi maka, suasana pun menjadi sukacita, penyampaian dalam kegembiraan dengan “terang menurut mereka”. Kemudian dicontohkan cerita tentang belajar dari “sepasang sepatu”.
Memahami tidaklah selalu harus serius. Interaksi antar petugas dan peserta menjadikan ibadat sungguh ceria. Tidak lupa pantun bersautan juga mewarnai renungan yang tematis. Ibadat ditutup dengan menyanyikan lagu: Hari Ini Adalah Kesempatan.
Mars Lingkungan Santo Andreas berkumandang di Pendopo- 4 TMR. Lanjut sambutan Ketua Lingkungan, dalam kegembiraan kali ini dilakukan pemotongan tumpeng (untuk pesta nama pelindung, ultah 12 warga di bulan November, syukuran yang purna bakti) dan pelbagai game dimainkan oleh dan dari level anak-anak sampai usia lanjut dengan hadiah meruah. Doorprize pun merata dibagikan dengan cara menusuk balon yang berisi nomor barang keberuntungan. Keterlibatan OMK sangat menjadikan kegembiraan bersama. Dan doa penutup mengakhiri kegembiraan dan akan berjalan bersama dalam kegiatan-kegiatan selanjutnya.


Luar biasa mantap, semoga lingkungan lain juga menceritakan nama pelindung lingkungannya