Merdeka Bersama Sekami Anak

alam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, Sekami Anak Paroki Santo Herkulanus Depok mengadakan lomba 17-an yang diikuti oleh 60 anak.

Agar semua anak bisa berpartisipasi dengan nyaman, anak-anak dibagi menjadi tiga kategori, yaitu Kategori 1 untuk anak-anak yang belum bersekolah hingga Play Group (PG), Kategori 2 untuk anak TK hingga kelas 1 SD, dan Kategori 3 untuk anak kelas 2 sampai 3 SD. Acara dimulai dengan Doa Pembuka yang dipimpin oleh Suster Viskah Lestari MSC.

Suasana hening dan penuh hikmat terasa ketika semua anak menundukkan kepala, bersyukur atas hari kemerdekaan yang boleh dirayakan bersama. Selanjutnya, suasana berubah menjadi semarak ketika lagu kebangsaan Indonesia Raya berkumandang.

Dengan wajah serius namun penuhsemangat, anak-anak berdiri tegak, melakukan sikap hormat sambil menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama-sama. Acara kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu rohani “Laskar Kristus”, sebagai pengingat bahwa mereka bukan hanya pewaris bangsa, tetapi juga murid-murid Kristus yang siap membawa terang di tengah dunia.

Keceriaan anak-anak Sekami tidak berhenti sampai di situ. Setelah doa dan lagu-lagu penuh semangat, mereka diajak menonton film singkat tentang Kemerdekaan RI. Sambil duduk rapi, anak-anak menyimak dengan penuh antusias, dan bersemangat menjawab pertanyaan dalam sesi tanya jawab yang seru. Ekspresi polos hingga jawaban-jawaban lucu membuat suasana menjadi makin hangat dan penuh gelak tawa.Keceriaan anak-anak Sekami tidak berhenti sampai di situ. Setelah doa dan lagu-lagu penuh semangat, mereka diajak menonton film singkat tentang Kemerdekaan RI.

Sambil duduk rapi, anak-anak menyimak dengan penuh antusias, dan bersemangat menjawab pertanyaan dalam sesi tanya jawab yang seru. Ekspresi polos hingga jawaban-jawaban lucu membuat suasana menjadi makin hangat dan penuh gelak tawa.

Foto Kegiatan Sekami Anak. Dokumentasi : Komsos St. Herkulanus

Setelah itu, tibalah saat yang paling ditunggu-tunggu. Lomba 17-an pun dimulai, dengan anak-anak yang telah dibagi sesuai kategori agar setiap anak bisa ikut berpartisipasi dengan nyaman. Kakak-kakak pembina Sekami dengan setia membimbing dan mengawasi jalannya kegiatan. Kehadiran mereka bukan hanya untuk menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga untuk memberi semangat serta memastikan setiap anak merasa diperhatikan dan didukung.

Perlombaan untuk Kategori 1 diawali dengan gerak dan lagu rohani. Anak-anak mengikuti Gerakan kakak pembina sambil bernyanyi, membuat suasana makin hangat. Suasana riang pun pecah, apalagi ketika tepuk tangan dari orang tua mengiringi setiap goyangan kecil mereka. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan lomba mewarnai dan menempel, yang dipilih karena sesuai dengan usia mereka yang masih gemar berkreasi dengan warna dan bentuk.

Semua anak berusaha menuangkan imajinasi mereka di atas kertas. Karena semangat dan usaha yang ditunjukkan begitu luar biasa, Kategori 1 semuanya dinobatkan sebagai juara, hadiahnya tentu membuat senyum merekamakin lebar.

Lomba untuk kategori 2 dan 3 terasa semakin seru karena dilakukan berkelompok. Anak-anak dibagi menjadi tim kecil berisi lima orang, lalu mereka bersiap mengikuti dua lomba, yaitu lomba estafet bola dan estafet karet. Dalam lomba estafet bola, lima anak berdiri berbaris menghadap ke depan. Anak paling depan harus mengoper bola ke belakang lewat atas kepala tanpa menoleh.

Anak kedua menangkap bola lalu mengoper lagi dengan cara yang sama hingga bola sampai di anak kelima. Nah, tantangannya belum selesai! Setelah bola diterima anak terakhir, bola harus dikembalikan ke depan, tapi kali ini lewat kolong kaki. Suasana pun jadi pecah, ada yang terlalu cepat sehingga bolanya jatuh, ada juga yang wajahnya serius banget supaya timnya tidak kalah. Teriakan semangat dari teman-teman membuat lomba semakin heboh.

Anak – Anak menunjukkan semangat kolaborasi dan keceriaan. Dokumerntasi : Sekami St Herkulanus


Tak kalah seru, di lomba estafet karet anak-anak kembali berbaris ke depan. Anak pertama menggigit sedotan, lalu dengan hati-hati memindahkan karet ke sedotan anak kedua. Begitu seterusnya hingga karet berhasil sampai ke anak kelima. Kecemasan bercampur tawa pecah setiap kali karet nyaris jatuh atau tersangkut, tapi justru di situlah letak keseruannya.

Dari kedua lomba ini, anak-anak bukan hanya belajar tentang kecepatan, tapi juga tentang kerja sama, kesabaran, dan saling mendukung. Akhirnya, dipilihlah juara 1, 2, dan 3 dari masing-masing kategori. Tawa lepas dan sorak kemenangan menghiasi wajah mereka, baik yang juara maupun tidak.

Pada akhirnya, kakak-kakak pembina memilih juara 1, 2, dan 3 untuk masing-masing kategori, dan mereka berhak membawa pulang hadiah spesial yang membuat mata mereka semakin berbinar.

Acara dilanjutkan dengan lomba makan kerupuk yang langsung jadi puncak tawa bersama. Karena, apalah arti lomba 17-an kalau tidak ada makan kerupuk, bukan? Kali ini cara mainnya sedikit berbeda. Kerupuk dibagikan satu per satu kepada setiap anak, lalu mereka duduk rapi dengan wajah penuh antusias.

Begitu aba-aba “Mulai!” terdengar, semua anak langsung berlomba menggigit kerupuknya dengan gaya masing-masing. Ada yang melahap dengan serius sampaimulutnya penuh kerupuk, ada juga yang makan sambil tertawa karena temannya sudah lebih dulu hampir menghabiskan.

Sorak-sorai dan tawa pecah di seluruh ruangan. Setiap gigitan terasa seperti perlombaan kecil siapa yang paling cepat menghabiskan kerupuk. Namun, di balik riuhnya kompetisi, yang paling menonjol justru kebersamaan dan keceriaan anak-anak yang saling menyemangati.

Sekami Anak. Dokumentasi : Komsos St Herkulanus


Pada akhirnya, semua anak dinyatakan sebagai pemenang. Bukan karena siapa yang lebih cepat, tetapi karena mereka semua berhasil mengikuti lomba dengan gembira. Senyum lebar dan tawa puas menghiasi wajah-wajah mungil itu, seolah mengingatkan kita bahwa esensi lomba bukanlah soal juara, melainkan pengalaman bahagia yang dibagikan bersama.

Usai keceriaan itu, suasana pun kembali hening dan penuh syukur saat doa bersama dipimpin oleh salah satu anak, Gefarel, dengan bimbingan Suster Suster Viskah Lestari MSC. Setelah itu, semua anak dan pendamping berfoto bersama, mengabadikan momen penuh warna ini. Sebelum pulang, anak-anak pun menerima snack manis sebagai buah tangan kecil di hari yang istimewa.

Dengan hati riang dan wajah penuh senyum, anak-anak Sekami membawa pulang bukan hanya hadiah, tetapi juga kenangan indah tentang kemerdekaan, kebersamaan, dan sukacita dalam Kristus.

Bagikan: