
Dalam rangka semangat Kemerdekaan Republik Indonesia, SEKAMI REMAJA St. HERKULANUS DEPOK mengadakan kegiatan Lomba 17an untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI Ke-80 pada hari Sabtu tanggal 16 Agustus 2025. Kegiatan ini di hadiri oleh remaja-remaja Paroki St. Herkulanus dari berbagai Wilayah dan Lingkungan Gereja.
Para Remaja berdatangan menghadiri kegiatan 17an dengan penuh keceriaan dan sukacita yang memancar dari wajah mereka yang begitu berseri. Saat masuk ke dalam ruangan pun para Remaja sangat antusias untuk berfoto, mengekspresikan semangat Kemerdekaan mereka dalam photo booth yang sudah mereka buat sebelumnya. Photo booth ini dibuat oleh para Remaja bersama dengan para kakak Pembina dan juga Suster, 1 minggu sebelum Kegiatan 17an (9 Agustus). Proses pembuatan photo booth ini dipenuhi dengan kegembiraan, kreativitas, dan juga drama yang menyenangkan dari para Remaja ^^.
Kegiatan diawali dengan bersama menyanyikan Lagu “INDONESIA RAYA” dan “HARI MERDEKA” agar semakin menumbuhkan dan memperkuat rasa nasionalisme, cinta tanah air, serta menghargai jasa para pahlawan, dan juga menumbuhkan semangat kebersamaan dan persatuan dalam diri para Remaja St. Herkulanus. Saat menyanyikan kedua lagu kebangsaan tersebut, semua Remaja kompak bersikap hormat pada bendera merah putih yang berada di dalam ruangan.
Lalu dimulai dengan Doa Pembuka yang di pimpin oleh Sr. Viskah. Dilanjut dengan ice breaking ‘APA KABAR’ (saling menyapa secara bergantian dengan arahan lagu dari mc), tujuannya supaya para Remaja bisa semakin akrab satu sama lain.
Sebelum memulai lomba, Remaja dibentuk menjadi 4 kelompok. Setiap kelompok diminta untuk menentukan nama kelompok (berdasarkan nama Santo/Santa) dan yel-yel untuk membuktikan ke kompakkan masing-masing kelompok.
Di kegiatan ini, ada 3 lomba yang harus mereka semua ikuti. Yang sistem penilaiannya adalah menggunakan poin. Setiap Lomba memiliki poin yang berbeda.
Lomba pertama adalah ‘Cerdas Cermat’, yang pertanyaannya seputar sejarah kemerdekaan Indonesia dan materi dasar tentang SEKAMI. Sistem dari lomba ini adalah rebutan, jadi kelompok siapa yang angkat tangan lebih dulu dia boleh jawab dan dapat poin jika jawaban benar. Di lomba ini semua kelompok sangat bersemangat, berebut untuk menjawab pertanyaan. Dari lomba ini Remaja bisa mengenal tentang sejarah kemerdekaan Indonesia.
Lanjut lomba yang kedua adalah ‘MISI BATU GUNTING KERTAS’ yang mengharuskan setiap tim berjuang bersama untuk melompat dari wilayah mereka menuju wilayah lawan yang ada di seberang.
Ketiga adalah lomba ‘JALAN GURITA’. Dalam lomba ini, semua anggota kelompok harus membentuk lingkaran menghadap keluar seperti gurita. Masing-masing kelompok harus berjalan bersama seperti gurita ke ujung ruangan dan kembali lagi ke start awal tanpa boleh lingkarannya terputus. Lomba ini mengajarkan para Remaja untuk bekerja sama dalam tim dengan berjalan bersama dan harus memikirkan kondisi teman satu timnya. Karena jika dalam tim ada satu saja orang yang egois (ingin berjalan sendiri) maka teman lain yang tidak bisa mengimbangi pasti akan jatuh, dan jika salah satu ada yang jatuh pasti semuanya akan ikut jatuh karna mereka semua saling terikat.
Setelah mereka selesai berlomba, Sr. Viskah mengajak semua Remaja untuk meregangkan tubuh supaya rileks setelah lelah berlarian dan melompat, dengan gerakan tarian sederhana.
Sebagai penutup kegiatan 17an, kami semua makan puding bersama dan saling sharing perasaan setelah mengikuti kegiatan hari itu dan pelajaran yang remaja dapat hari itu, juga dilanjut dengan pengumuman pemenang serta pembagian hadiah.
Lalu kami foto bersama dan kegiatan ditutup dengan doa oleh salah seorang remaja.
Terdapat jiwa Kepedulian dan Tanggung Jawab yang tertanam di dalam diri Para Remaja. Itu dibuktikan lewat tindakan mereka yang mau ikut membantu membereskan ruangan setelah selesai kegiatan sampai bersih dan rapi.
Melihat sikap yang Remaja tunjukan dalam Perayaan HUT RI KE-80, membuktikan bahwa masih ada harapan untuk kita bisa menanamkan sikap yang baik bagi generasi Indonesia yang akan datang. Jika kita ingin mengubah generasi Indonesia dengan memiliki sikap yang lebih baik, maka kita perlu menanamkan nilai-nilai positif sejak dini lewat tindakan nyata yang kita lakukan secara langsung kepada mereka sebagai orang tua, pendidik, teman, dan sebagainya. Anak-anak tidak hanya belajar dari apa yang kita ajarkan lewat kata-kata, tindakan dan perbuatan yang kita lakukan sehari-hari pun secara tidak langsung mengajarkan mereka juga. Peneliti pun menjelaskan bahwa anak-anak lebih mudah belajar dari apa yang mereka lihat dibanding dengan apa yang mereka dengar.
Marilah kita bersama mewujudkannya dari diri kita sebagai contoh yang tindakan nyatanya bisa ditiru oleh anak-anak dengan lebih sering membiasakan diri untuk bersikap yang positif bagi diri sendiri, orang lain, sesama makhluk hidup, dan lingkungan sekitar kita.
Seperti perkataan Ir. Soekarno, “Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsanya hidup dalam damai dan persaudaraan” dan “Jika kita mempunyai keinginan yang kuat dari dalam hati maka seluruh alam semesta akan bahu membahu mewujudkannya”.
Paus Fransiskus pun berpesan kepada kita, “Kita harus mengembalikan harapan kepada kaum muda, membantu yang tua, terbuka terhadap masa depan, menyebarkan kasih” dan juga “Kita tidak bisa berada dalam posisi berkuasa dan menghancurkan kehidupan orang lain.”
Anak-anak adalah masa depan Negara dan Gereja ^^

